Translate

Jumat, 27 Februari 2015

taharah



Thaharah
Semua umat islam pastinya tahu apa itu taharah, taharah adalah sarana wajib yang harus dilaksanakan sebelum salat dan ibadah lain nya, ini adalah makna taharah secara implisit saja,tetapi kalau kita tafsiri dan kita takwili secara lanjut ternyata makna taharah sendiri mempunya i makana yang sangat luas.
Saya tuliskan dalam halaman ini mengutip dari tausiayah dari bapak prof. Dr. Imam suprayogo (manatan rektor uin malang) bahwasanya taharah adalah sesuatu yang pertama dan utama dalam prosedur tolabul ilmi. Taharah adalah salah satu kunci suxes untuk menjadi orang yang nomor satu.
Mari kita sarah i satu-satu makna satu-satu dari istilah diatas. Siapa tolibul ilmi itu??? Tolibul ilmi adalah orang yang mencari ilmu baik di sekolah formal maupun non formal, baik pelajaran di kelas maupun di luar kelas. Yakni siswa,mahasiswa,santri ataupun maha santri. Siapakah orang yang suxes?? Orang suxes adalah orang yang berhasil menyelamatkan dirinya dari kecelakaan(madharat) dan menjadi lebih baik dari hari kemarin dan mereka merupakan orang-orang beruntung karena ada hadist :
من كان يومه خيرا من امسه فهو رابح. ومن كان يومه مثل امسه فهو مغبون. ومن كان يومه شرا من امسه فهو ملعون. ( رواه الحاكم
Saudara, taharah dalam makna yang sangat luas ada 3 macam yakni :
1.       Thaharatul fikri
2.       Thaharatul qalbi
3.       Taharatul jasadi
Thaharatul fikri adalah sesuatu yang sanagt penting dalam suatu kehidupan seseorang. Karena seseorang dikatakan merdeka dan diakui sebagai manusia baik secara de jure atau defacto dilihat dari cara berfikirnya. Apabila cara berfikir manusia tidak suci maka hal ini akan berkelanjutan pada sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Tiada kata sama antara kehidupan seseorang yang bergelar prof. Dr. Kh_ dengan kehidupan seseorang yang tidak bergelar sama sekali.
Taharatul qalbi adalah penyucian dan penghambaan seseorang terhadap tuhannya. Taharatul qalbi diikuti rasa ihlas dan penghambaan terhadap allah selaku tuhan yang maha esa. Keberhasilan memanage hati(qalbi) berawal dari ibda’ bi nafsi memperbaiki diri dan menghilangkan rasa dengki, iri  dan hasud terhadap orang lain.
Taharatu jasadi ini yang paling mudah dilakukan dan tahap paling awal sebelum taharatul qalbi dan taharatul fikr. Mungkin wujud dari taharatul jasadi ini adalah dengan dawamul wudhu’ dan menghindari sesuatu yang subhat. Karena barang subhat ini nanti akan berdampak pada hati seseorang. Jika dalam tubuh terutama hati sesorang telah terkontaminasi barang-barang haram maka hal ini lah yang menyebabkan mahjubnya ibadah sampai pada allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar